Published On: Kam, Nov 30th, 2017

Diduga Kontraktor Menggunakan Kayu Ilegal Untuk Membangun Dermaga

Share This
Tags

Suarakedaulatan.com, Bengkalis –

Kayu curian untuk proyek dermaga

Kayu curian untuk proyek dermaga

TIAU LAI alias ALAI

TIAU LAI alias ALAI

Terkait dengan pembangunan steiger/dermaga rakyat yang berlokasi di Desa Kelapapati laut kecamatan Bengkalis melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau tahun anggaran 2017 yang dilaksanakan oleh CV.KURNIA JAYA ABADI diduga sebagai penadah kayu olahan yang sudah berupa papan maupun beroti yang dicuri dari hutan Negara secara tidak sah sesuai ketentuan UU RI No.18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantas Perusakan Hutan atas perubahan UU RI No.41 tahun 1999 tentang Kehutanan.

Berdasarkan Investigasi di lapangan tentang lanjutan pembangunan steiger atau Dermaga Rakyat dilokasi RT/RW 003/006 Desa kelapapati laut dan informasi dari warga sekitar yang tidak bersedia namanya di publikasikan, banyaknya tumpukan kayu bahan olahan yang sudah berupa papan dan beroti juga termasuk pelaksanaan pekerjaan pembangunan steiger yang diduga terjadi penyimpangan dari rencana awal terkait penggunaan besi tulangan yang diduga tidak sesuai ukurannya.Berdasarkan informasi dari masyarakat dan temuan dilapangan inilah kronologis penyampaian surat konfermasi dan fakta dan data.

Temuan yang didapat di lokasi dimana Pekerjaan Pembangunan Steiger itu sedang dikerjakan melakukan pemantauan apakah yang disampaikan oleh informasi dari warga sekitar proyek itu benar atau tidak, ternyata benar didapati tumpukan kayu olahan berupa papan beroti, serta bahan material yang digunakan oleh kontraktor CV Kurnia jaya abadi yaitu besi tulangan yang berada dilokasi banyak yang tidak cukup ukuran, antara lain Besi tulangan 7 mm,- 11,5mm- 13,5mm. Diduga yang tertuang didalam kontrak antara CV Kurnia jaya abadi dengan Dinas Perhubungan kabupaten bengkalis tidak sama atau pihak toko penjual besi itu yang menipu kontraktor dengan ukuran besi yang kurang dari ukuran yang sebenarnya?.

Berdasarkan investigasi dilapangan, kita buat surat Konfirmasi dan minta kelarifikasi terkait dengan temuan dilapangan sesuai dengan fakta yang ada, ditemukan tumpukan bahan kayu olahan yaitu berupa papan dan beroti, serta temuan yang lainnya .30/10/2017 menyampaikan surat Konfirmasi/klarifikasi Nomor surat 02/SKU-AP/KF-KL/Biro-Bks/XI/2017 terkait dengan temuan dilokasi Proyek Pekerjaan Pembangunan lanjutan steiger/dermaga, surat konfirmasi itu tidak mau diterima oleh Direktur CV.KURNIA JAYA ABADI yaitu Saudara HENDI alias AHAN padahal dia selaku direktur sesuai pengakuan dia sendiri namun dia tetap tidak mau menerima surat itu dia suruh anggotanya atau Pengawas lapangannya yang bernama SUBAGIO yang menerimanya, berselang bebera hari kemudian Subagio menghubungi wartawan Ap, dia minta persolan ini jangan dibesar-besarkan karena dia yang memborong (ngesub) pekerjaan itu.

Senin 20/11/ 2017 ,kami menghubungi Saudara TIAU LAI alias ALAI melalui Hpnya 0812 7670 xxxx terkait dengan temuan bahan kayu olahan yang diduga ilegal serta dugaan penyimpangan pelaksanaan serta ukuran besi tulangan yang tidak cukup ukuran pada pekerjaan Steiger di lokasi Proyek yang dilaksanakan oleh CV Kurnia Jaya Abadi, Alai mengakuinya kalau CV Kurnia jaya Abadi itu perusahannya terkait isi surat konfirmasi itu Alai tidak berkomentar tapi dia bilang tolong jangan dibesar-besarkanlah persoalan ini kita mau berkawan saja.

Sesuai isi surat Konfirmasi yang kami sampaikan mempertanyakan adakah kwitansi Pembelian kayu olahan yang resmi dari pada penjual, serta bon Faktur pembelian besi tulangan dermaga yang tidak cukup ukuran dimana toko yang menjual besi ukuran seperti itu, namun Pihak Kontraktor tidak mau menjelaskannya maka patut diduga kalau Kotraktornya bersekongkol dengan toko penjual besi itu!?

Selasa 21/11/2017 ditempat terpisah menemui Saudara Adlin Effendi selaku PPTK pembangunan Steiger dari Dinas Perhubungan Kabupaten bengkalis diruang kerjanya ketika diminta tangapan, sesuai dengan tangung jawab sebagai seorang PPTK Adlin mengatakan sesuai dengan surat konfirmasi yang disampaikan telah saya sampaikan kepada Saudara ALAI selaku pemilik CV Kurnia Jaya Abadi kalau dia tidak menanggapinya pandai saya ngaturnya dengan nada sedikit kesal,”tutupnya.

ABDUL KADIR S.Ag Ketua/Pimpinan DPRD Kabupaten bengkalis ditemui diruangannya (20/11/17)ketika diminta tanggapan terkait dengan penyimpangan pelaksanaan proyek yang dilaksanakan oleh CV Kurnia Jaya Abadi, serta Konsultan Pengawas yang melakukan pengawasan diduga bersekongkol dengan pihak Kontraktor melakukan perbuatan curang
Abdul Kadir menegaskan kami di DPRD ini apapun yang disampaikan oleh masyarakat tetap kami tampung dan kami sampaikan kepada SKPD Namun karena kami dibidang pengawasan bukan bidang penindakan maka saran saya laporkan saja ke Penegak Hukum biar diproses sesuai aturan hukum, sekarang tidak ada yang namanya kebal hukum,”pungkasnya.

Terkait dengan dugaan penyimpangan yang dilakukan oleh CV Kurnia Jaya Abadi Sejumlah LSM dan Wartawan akan melaporkan CV.KURNIA JAYA ABADI, Konsultan Pengawas dan PPTK ke Aparat penegak hukum terkait dugaan sebagai penadah kayu curian dari hutan negara secara tidak sah sesuai ketentuan UU RI No 41 tahun 1999 tentang Kehutanan serta akan melaporkan tentang Perbuatan Curang pada pelaksananaan pembangunan steiger sesuai dengan ketentuan Pasal 387 KUHPidana serta akan melaporkan toko yang menjual besi yang tidak sesuai ukuran berdasarkan UU RI No.8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, Karena pihak kontraktor terkesan menutup-nutupi atau patut diduga telah terjadi persekongkolan dengan toko yang menjual besi banci demi meraup keuntungan yang lebih banyak sehinga Negara dirugikan, sesuai UU RI.No. 7 tahun 2014 tentang Perdagangan.

Sampai berita ini diterbitkan namun dari pihak CV Kurnia jaya Abadi belum memberikan jawaban surat konfirmasi/kelarifikasi yang diajukan(Edi H/tim)

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>