Published On: Rab, Jun 14th, 2017

7 Bulan Tak Terima Gaji “35 Karyawan Di PT. RAPP Terancam”

Share This
Tags

Pelalawan, suarakedaulatan,
IMG20170614160408Sebanyak 35 orang karyawan Nurseri pembibitan Akasia di sektor Pelalawan areal perusahaan PT. RAPP sedang terancam. Soalnya, sudah 7 bulan tidak digajiankan oleh perusahaan tempat mereka bekerja.

Saat media ini mewawancarai sejumlah tenaga kerja tersebut dilokasi kerja mereka di Nurseri 1, TPK 5,5 Sektor Pelalawan, Kab.  Pelalawan, pada Rabu (14/6), mereka mengeluhkan berbagai ancaman yang tengah mereka rasakan. Terutama ancaman kelaparan, dan anak-anak mereka putus sekolah akibat gaji mereka tidak dibayarkan oleh perusahaan. Untuk mengantisipasi kelaparan bagi mereka,  dengan terpaksa mencari yang bisa hutang piutang, asalkan mereka dapat makan, keluh kesah mereka.

Siresi Buulolo (49), salah satunya mengungkapkan bahwa, karyawan nurseri pembibitan tanaman Akasi dilokasi itu sebanyak 35 orang. Mulai pada bulan November 2016 silam, sampai pada Juni 2017 ini, tidak pernah lagi digajiankan. Dengan terus menerus mereka mendesak gaji itu untuk dibayarkan,  sejak bulan April lalu mulai diberikan jatah beras yang jauh tidak mencukupi untuk kebutuhan setiap keluarga, ucapnya.

Selain itu,  bertahun-tahun telah bekerja di Nurseri itu,  jangankan bisa mengonsumsi air bersih,  untuk mengonsumsi air gambut yang warna merah terasa asam saja, sangat dipersulit perusahaan. Kami gali sumur untuk kebutuhan minum dan mandi,  ditutup oleh perusahaan, sesal Siresi.

Senada juga dikeluhkan oleh Foarota Waruwu (31) yang mengaku telah 3 tahun jadi karyawan Nurseri di sektor Pelalawan itu. Tiap mempertanyakan gaji kepada pihak perusahaan melalui supertenden dan askep dalam gaji 7 bulan itu,  tidak pernah diberi jawaban yang jelas,  “sabar masih dalam proses” ujarnya menirukan alasan pihak perusahaan kepada mereka karyawan itu.

Foarota (31) mencetuskan bahwa,  persoalan mereka meminta pertanggungjawaban gaji itu saat ini,  jadi rancu. Soalnya,  awalnya Nurseri tersebut dikelola oleh PT. DDT (Duta Dwi Talenta). Maka gaji kami sebagai karyawan Nurseri ini sampai pada bulan Oktober 2016 lalu, kami terima melalui PT.  DDT tersebut.  Lalu sampai tanggal 1 Mei 2017 lalu,  pengelolaan Nurseri ini pindah tangan kepada PT.  SDJ (sejahtera dinamika jaya). Informasinya, PT.  DDT itu sudah kabur,  maka itu sampai 7 bulan kami tidak digajiankan.  Sehingga tidak tahu siapa yang bertanggung jawab untuk membayarkan gaji itu, ungkapnya mempertanyakan.

Kemudian karyawan lainnya Yutiami (21) menjelaskan,  bahwa pada tanggal 4 Mei 2017 lalu,  manajer kebun bernama Susilo pernah menemui mereka.  Susilo menyampaikan bahwa gaji mereka telah keluar sebesar Rp 60 juta.  Tapi uang itu tidak dapat diserahkan kepada kami karyawan, karena belum ditanda tangani oleh pihak PT.  DDT. Takut berurusan dengan hukum alasanya,  jelasnya.

Lebih mirisnya lagi ketika Noveri (20) salah seorang karyawan lainnya ketika minta jatah berasnya pada saat dibagikan kepada karyawan. Sudah jatah berasnya tidak diberikan,  malah dipecat lagi dari kerja,   sesalnya penuh sedih.

Lebih anehnya dalan perusahaan ini,  karyawan dipekerjakan mulai pukul 07.00 Wib, sampai pada pukul 16.00 Wib.  Namun satu jam dari jam 7 sampai pada jam 8 pagi itu, tidak dikerah HK melainkan “gotong royong”. Itu diwajibkan perusahaan terhadap seluruh karyawan setiap hari. Sehingga jam kerja kami hanya dihitung mulai jam 8 pagi sampai jam 4 sore,  keluh M.  Hidayat (24), dalam kesempatan itu.

Ditambahka mereka,  sistim kerja dari perusahaan ‘harian target’. Yaitu,  harus menyelesaikan mengisi 385 Terai, yang berisikan satu terai, 90 tabung bibit Akasia, dalam satu hari. Sehingga target kerja dalam setiap satu hari itu, tidak tercapai.  Akhirnya HK atau upah, hanya dibayarkan setengah, ujarnya dengan nada penuh kecawa.

Selain itu,  mereka juga mengeluhkan tidak adanya transportasi untuk antar jemput karyawan yang sakit untuk berobat ke klinik, jelas para karyawan itu mengeluh. (Sona/Redi)

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>