Published On: Rab, Mar 15th, 2017

Akibat Penebangan Liar, Hutan Wisata Mangrove Desa Deluk Terancam Rusak

Share This
Tags

Suarakedaulatan.com,DELUK-Geram dan kecewa,inilah hal yang dirasakan masyarakat dan

Htan Mangrove yang berusia 10 Tahun Gundul Akibat Pembalakan Liar.

Htan Mangrove yang berusia 10 Tahun Gundul Akibat Pembalakan Liar.

pengelola kelompok PNJS (Persatuan Nelayan Jalan Sejahtera),berdiri tahun 1998 Kelompok nelayan ini aktif menanam dan melestarikan hutan Mangrove dari tahun 2003 hingga saat ini, Seperti yang diharapkan pemerintah kabupaten agar masyarakat melestarikan hutan mangrove.

Selama lebih kurang 14 tahun berharap akan menjadikan tanaman mangrove didesanya sebagai Eco Wisata hutan mangrove di Kabupaten Bengkalis harus sirna,Kawasan hutan mangrove sekitar 26 Hektare di Desa Deluk Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis terancam rusak.

Hal ini disebabkan oleh karena maraknya penebangan liar. Parahnya lagi penebangan liar dilakukan oleh anggota kelompok PNJS ( Persatuan Nelayan Jalan Sejahtera ) sendiri dan untuk kepentingan pribadi.

“Penebangan liar dilakukan mulai tahun 2016 sampai sekarang entah kapan mereka menebang karena kalau siang banyak aktifitas warga yang berprofesi sebagai nelayan dilokasi tersebut,” ungkap Zainudin, warga Desa Deluk yang juga menjabat sebagai sekretaris kelompok PNJS ( Persatuan Nelayan Jalan Sejahtera ).

Hal senada dikatakan aparat Desa Deluk Menurutnya, penebangan banyak terjadi di wilayah desa mereka,dan kayu hasil tebangan tersebut diekspor kenegara tetangga yakni malaysia, dengan jarak hutan bakau yang agak jauh dengan pemukiman warga membuat pembalak leluasa melakukan penebangan,Rabu 15/03/2017.

Kayu Bakau Hasil Tebangan Yang Siap Dijual

Kayu Bakau Hasil Tebangan Yang Siap Dijual

“Dampak dari penebangan ini memang sangat banyak menimbulkan kerugian, baik dari segi sosial maupun ekonomi. Kerusakan hutan bakau membuat nelayan sekitar kesulitan mendapatkan ikan di daerah tersebut. Tangkapan ikan, kerang, kepiting dan udang berkurang drastis,” katanya.

Tangkapan nelayan, diungkapkannya, karena kawasan hutan mangrove sebagai habitat berkembang biaknya bebagai jenis ikan. Selain itu, kerugian yang didapat bila hutan mangrove rusak yakni abrasi pantai. Dan itu akan berdampak pada terancamnya pemukiman penduduk dipesisir pantai.

“Jika ini terus menerus terjadi, tentu akan menjadi bencana dimasa yang akan datang,anak cucu kita yang akan menerima akibat itu” ujarnya.

Tidak ingin pembalakan liar hutan mangrove di Desa Deluk ini terus berlanjut,Zainudin berharap aparat penegak hukum dan instansi terkait harus lebih jeli menanggapi masalah pembalakan liar hutan mangrove ini.(Eef/Andi)

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>