Published On: Kam, Des 3rd, 2015

Bupati Kampar Pinta Peran Tokoh Adat Gali Potensi Hutan untuk meningkatkkan ekonomi masyarakat

Share This
Tags

suarakedaulatan.comKampar.sk.com_ Bupati Kampar H Jefry Noer Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) Tingkat Kabupaten Kampar Tahun 2015 meminta peran serta tokoh adat untuk menggali potensi hutan untuk meningkat ekonomi masyarakat.

Hal itu disampaikannya saat memberikan arahan pada acara HMPI Tingkat Kabupaten Kampar Tahun 2015 di Hutan Larangan Adat Ghimbo Potai Kenegerian Rumbio desa Rumbio Kecamatan Rumbio Jaya yang dihadiri ketua TP PKK Kabupaten Kampar sekaligus Anggota DPRD Provinsi Riau Hj Eva Yuliana SE, pimpinan Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD)di lingkungan Pemda Kampar, Tokoh Adat, serta masyaraka. Kamis, 3/12

“kepada tokoh adat, coba lebih ditingkat lagi potensi hutan adat ini untuk meningkat ekonomi masyarakat, buat program-program pemanfaatan hutan dengan tidak merusak ekosistim hutan itu sendiri dengan mengikutsertakan ninik mamak, camat, Kades, Kadus dan serta Dinas terkait karena ciri khas masyarakat Kampar adalah “Batobo” atau bergotong royong”. Himbau Jefry

Bupati Kampar juga meminta agar untuk memanfaatkan dan menjaga lahan hutan yang belum dimanfaatkan oleh masyarakat Pemerintah Kabupaten Kampar telah mempunyai program Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi (RTMPE) dimana lahan yang di olah oleh masyarakat cukup 1000 meter persegi namun hasilnya sangat menjanjikan. “ ini sudah kita buktikan dilahan percontohan RTMPE yang berada di desa Kubang Jaya”.tutur Jefry Noer

Dikatanya lagi, saat ini sudah 400 RTMPE yang sudah dilaksanakan pada tahun 2015 ini dan sudah tersebar di berbagai desa di Kabupaten Kampar.”kepada tokoh adat jika ingin melihat langsung atau ingin belajar program RTMPE silahkan ke kubang jaya, karena dengan melihat langsung kita bisa tahu begitu besar manfaat bagi kehidupan masyarakat dalam meningkatkan ekonomi keluarga”ujar Jefry

Kepada kadis Kehutanan Kabupaten Kampar, Jefry juga menghimbau agar jangan asal penanam pohon saja namun selalu ditinjau apakah bibit yang sudah ditanam berhasil tumbuh atau tidak.”jika setelah penanaman pohon tidak berhasil atau banyak yang mati, lakukan penanaman kembali hingga berhasil tumbuh sehingga kegiatan penanaman pohon ini tidak sia-sia atau seremonial saja”.ucap Jefry

Jefry juga meminta agar ukur kembali luas Hutan Larangan Adat Ghimbo Potai Kenegerian Rumbio desa Rumbio Kecamatan Rumbio Jaya ini apakah benar-benar sesuai dengan laporan yang disampaikan serta data potensi-potensi hutan adat ini.

Selain itu juga Bupati Kampar memintak untuk tokoh adat membuat kesepakatan tentang pengelolaan Hutan Larangan Adat Ghimbo Potai Kenegerian Rumbio desa Rumbio Kecamatan Rumbio Jaya ini dengan semua yang terkait. “karena untuk melestarikan hutan adat ini perlu kebersamaan antara masyarakat, tokoh adat, kadus, kades dan camat serta dinas terkait”tegas Jefry (HUMAS KAMPAR/AP)

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>