Published On: Sel, Jun 6th, 2017

Diduga Makelar Kasus, Novrika Minta Buktikan

Share This
Tags

Suarakedaulatan.com,Pelalawan-Dugaan adanya makelar kasus di Kejaksaan Negeri Pangkalan Kerinci tahun 2016 lalu, dibantah oleh Kasi Pidum. Bahkan Kasi Pidum meminta media ini membuktikan sekaligus melaporkannya.

Sebagaimana sumber yang bisa dipercaya media ini, atas nama Ikhlas yang ditahan oleh Polsek Pangkalan Kuras, Kab.  Pelalawan dalam kasus Senpi (Senjata Api), hingga dipersidangan di Pengadilan Negeri Pelalawan divonis bersalah. JPU (Jaksa penuntut umum) menuntut selama 7 bulan, dan di vonis 6 bulan penjara oleh majelis hakim. Sementara sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,  ancaman hukuman kasus membawa Senpi tanpa izin, 12 tahun penjara. Tuntutan hukuman kepada mantan Narapidana Sialang Bungkuk itu sangat rendah, karena kasusnya telah dimakelar, sebut sumber tersebut.

Agar kasus itu diringankan, keluarga Ustad Ikhlas selaku terdakwa, menyogok JPU Novrika, sebasar Rp 100 juta. Menjelang JPU menuntut terdakwa Ikhlas di persidangan,  mertuanya datang dari Medan dan menginap di rumah novrika di Pekanbaru untuk makelar kasus tersebut.  Sehingga akhirnya kasus itu hanya dituntut selama 7 bulan oleh JPUnya, jelas sumber itu.

Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Pangkalan Kerinci,  Novrika, SH, selaku JPU saat dijumpai media ini diruang kerjanya Senin (5/6), membantah telah makelar kasus itu.

Novrika mengatakan,  tuntutan dan vonis yang dijatuhkan kepada terdakwa, sesuai dengan fakta-fakta hukum dipersidangan. Dalam fakta-fakta dipersidangan,  ada yang memberatkan dan ada hal yang meringankan. Terkecuali apa bila Senpi itu sudah ditodongkan kepada orang lain, baru memberatkan. Dan itu berdasarkan dengan ketentuan KUHP dan KUHAP, terangnya.

Jika itu benar, silakan dibuktikan dan dilaporkan saja, sarannya. Saya berani mempertaruhkan jabatan saya apa bila terbukti telah menerima sogokan Rp 100 juta dalam kasus itu. Uang 100 juta dari Hongkong, bantahnya.

Jangan asal menaikkan berita,  saya tuntut anda apa bila tidak bisa membuktikannya, sebab itu fitnah,  ujarnya mengancam. (Sona/Redi)

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>