Published On: Sen, Feb 20th, 2017

Eks Transmigrasi Lembah Palu Jadi Model Kawasan Pertanian Terintegrasi

Share This
Tags

Suarakedaulatan.com,Sigi – Desa Olobuju di Kecamatan Sigi Niromaru, Kabupaten Sigi, Provinsi Menjawab_pertanyaan_wartawan_SigiSulawesi Tengah adalah kawasan eks transmigrasi yang tergolong sukses. Kawasan ini akan dijadikan model kawasan pertanian terintegrasi yang memadukan tanaman holtikultura dan peternakan sapi.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo mengatakan, program kawasan pertanian terintegrasi akan membantu masyarakat desa mendapatkan kebutuhan secara mandiri. Gas yang diolah dari kotoran sapi misalnya, dapat dimanfaatkan untuk penerangan desa.

“Urine sapi juga bisa untuk herbisida, itu harganya mahal. Kotorannya juga yang setelah diambil gasnya bagus untuk pupuk. Nah nanti untuk desa ini, Kemendes PDTT akan biayai. Jadi ini akan dijadikan model,” ujarnya saat berdialog dengan Kepala Desa se-Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tenggara, di Desa Oloboju, Sabtu (18/2).

Menurutnya, kawasan di Desa Olobuju memiliki potensi besar untuk dijadikan kawasan pertanian terintegrasi. Selain hamparan lahan pertanian yang masih luas, jumlah sapi ternak milik warga pun cukup banyak. Ia berharap, keberhasilan kawasan pertanian terintegrasi tersebut nantinya dapat dijadikan contoh untuk pengembangan di kawasan perdesaan lainnya.

Di sisi lain, Bupati Sigi, Moh Irwan mengatakan, 74 persen kawasan di Kabupaten Sigi terdiri dari hutan. Sedangkan 24 persen selebihnya merupakan kawasan budidaya pertanian, peternakan, usaha kecil menengah, dan lain-lain. Inilah yang akan didesain untuk menutupi ruang-ruang yang akan dikelola.

“Terkait pembangunan kawasan, sejak Kabupaten Donggala sebelum mekar, kawasan ini (Desa Oloboju) adalah Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) Lembah Palu. Kami dorong untuk menjadi kawasan terintegrasi antara ternak dan tanaman holtikultura. Ternak bisa jadi produk pupuk, biogas, pestisida dan sebagainya,” ujar Irwan.

Baca Juga :

Menurutnya, melalui program tersebut, akan dilakukan penguatan tanaman-tanaman organik, dari produksi yang biasa menjadi luar biasa. Sesuai dengan program 1.000 ekor ternak, Irwan pun mengatakan akan menyumbangkan sebanyak 100 ekor ternak untuk kawasan tersebut.

“Kami ingin ke depan kawasan ini menjadi produk yang besar, tidak perlu lagi kita mencari pupuk di luar,” ujarnya.

Irwan juga mengaku telah mendesain tata ruang di kawasan pertanian terintegrasi tersebut untuk jalan, embung, serta sarana dan prasarana pertanian.

“Kemarin Rp 6 miliar telah digunakan untuk bangun irigasi pipa. Harapan saya mudahan-mudahan ruang ini bisa didorong lebih baik lagi. Tentu terkait dorongan dan bantuan untuk membuka ruang terisolasi,” ujarnya.

Sumber:Kemendesa.Go.id

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>