Published On: Rab, Mei 2nd, 2018

F-16 TNI AU PAKSA ‘PESAWAT ASING’ MENDARAT

IMG-20180502-WA0029

NATUNA,suarakedaulatan.com – Dua pesawat tempur F-16 milik TNI Angkatan Udara paksa mendarat pesawat asing jenis Boeing yang masuk tanpa izin di udara NKRI, Rabu siang 2 Mei 2018.

 
Pesawat tersebut dipaksa F-16 turun dipangkalan udara Raden Sadjad Ranai, Natuna. Sejumlah personil Pangkalan TNI AU Raden Sadjad (RSA) Ranai, bersenjatakan SS2, sudah bersiaga penuh dilandasan.

 

Sebelumnya, di ruang udara Natuna, pesawat Boeing dominan putih, terus dipepet dua pesawat tempur F-16 TNI AU. Setelah terdesak, akhirnya mendarat. Lalu, pesawat Boeing digiring menuju apron Markas Lanud RSA Ranai. Sementara dua pesawat F-16 TNI AU dengan tangkas tetap bermanuver. Hanya berjarak beberapa meter diatas landasan.

 

Pesawat Boeing asing, masuk tanpa izin itu, berhenti. Tangga turun dipersiapkan. Sejumlah personil TNI AU, salah satu membawa anjing pelacak, masuk pesawat. Dua orang asing, pilot dan co-pilot digiring turun, dengan tangan terborgol, tanpa perlawanan.

 

Usai di amankan, serta diperiksa isi dalam pesawat “super jumbo” dengan anjing pelacak, dua orang asing itu di gelandang ke Markas Lanud RSA Ranai. Celakanya, dua orang asing, logat bicara dari Jepang yang membawa pesawat itu, tak bisa berbahasa Inggris. Sehingga menyulitkan penyidik mengintrogasi.

 

Kapten (Pnb) Prama, pilot F-16 TNI AU menceritakan kronologis kejadian penangkapan itu bermula dari
pantauan Satuan Radar 212 Ranai. Dari pantauan, langsung dilaporkan ke Komando Pertahanan Udara Nasional. Akhirnya, diturunkan dua pesawat F-16 Skuadron Udara 16 Rusmin Nurjadin Pekanbaru, Riau, salah satu pilotnya, Kapten Prama.

 

Pesawat Boeing asing masuk tanpa izin itu, tertangkap di wilayah udara Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Hasil komunikasi udara, antara Kapten Prama dengan pilot Boeing diketahui, pesawat mereka mengalami kerusakan navigasi. Otomatis memasuki wilayah udara Indonesia, tanpa izin.

 

“Rute pesawat asing tanpa izin dari Jepang itu, akan menuju Kuala Lumpur, Malaysia. Mereka mengaku, navigasinya rusak, tak sadar masuk wilayah udara Indonesia. Kita giring, agar mendarat ke Bandara Lanud RSA Ranai. Ketinggian penerbangan, ketika ditangkap, sekitar 18 ribu feet,” kata perwira balok tiga terlihat muda itu.

 

Namun, Kapten Prama tak berani membenarkan, navigasi pesawat asing masuk tanpa izin itu, rusak atau hanya alasan saja. Sebagai aparat keamanan wilayah udara, ia minta pesawat itu menuju bandara milik Indonesia yang terdekat, yaitu: Lanud RSA Ranai.

 

“Hasil penyelidikan Tim Lanud RSA Ranai, akan diketahui, apa yang terjadi, membuat pesawat asing itu masuk wilayah udara Indonesia. Apa benar navigasinya rusak, atau ada rencana lain,” terang Kapten Prama.

 

Begitulah sekelumit, simulasi latihan penanganan Pelanggaran Wilayah Udara Nasional, dilaksanakan personil Lanud RSA Ranai. Giat simulasi ini, menurut Kolonel Azhar, dilaksanakan selama lima hari. Di mulai dari 30 April hingga 5 Mei 2018. Simulasi ini, berdasarkan instruksi Markas Besar TNI.

 

Dengan simulasi, Kolonel Azhar berharap, personilnya selalu siaga menjaga kedaulatan wilayah udara Indonesia, dari campur tangan asing. “Darat, laut dan udara Indonesia, TNI siap siaga menjaganya,” kata perwira bunga tiga akrab dengan awak media itu. “Demi harga diri Negara Kesatuan Republik Indonesia.” (Zali/Andi)

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>