Published On: Rab, Jun 7th, 2017

Festival Lampu Colok Bengkalis “Ini Yang Diharapkan Para Peserta Lomba”

Share This
Tags

Suarakedaulatan.com,BENGKALIS – Festival Colok Kabupaten Bengkalis yang telah mendunia FB_IMG_1494903688631diperlukan perbaikan dari segi besarnya hadiah yang akan diterima oleh pemenang lomba.

Hal ini dikarenakan semakin besarnya biaya yang dikeluarkan oleh peserta festival colok dalam menyiapkan menara mereka untuk membeli minyak, paku, maupun kayu. Target mereka hanya satu colok tiga dimensi mereka sangat indah, menyejukkan hati, karya kreatif pemuda kekinian dalam melanjutkan tradisi lampu colok di Bengkalis dan sekitarnya.

“Namun, hadiah yang disiapkan oleh panitia pelaksana festival budaya lampu colok 1438 Hijriyah tidak seimbang dan sesuai dengan kerja para pemuda dalam menyiapkan menara coloknya masing-masing. Mereka menggunakan anggaran yang besar dalam membuat colok ini, menara yang dibuat ukurannya besar. Tingkat kesulitannya tinggi tentu juga menggunakan dan besar untuk pengadaan kayu, paku, dan minyak. Inikan untuk memeriahkan Kabupaten Bengkalis, seharusnya pemerintah melihat hal ini bukan untuk hal pribadi perorangan ataupun hal-hal lainnya,” kata Acong sekretaris Pemuda Desa Pedekik kepada media ini Selasa (6/6/2017).

Acong menuturkan untuk juara diberikan hadiah antara 15 juta sampai 20 juta rupiah. “Dan ini bersifat motivasi sehingga para pemuda bersemangat dalam menyiapkan coloknya masing-masing. Kalau hadiahnya kecil, jangankan untuk uang penyemangat, untuk biaya pembelian kayu, paku, dan minyak tadi saja tidak memadai sekali,” tambahnya.

Setelah 2 tahun pemuda di daerah Acong tidak mengikuti festival budaya lampu colok, pada 1439 Hijriyah akan datang Acong akan ikut kembali. “Lokasinya adalah di Tugu Perjuangan Simpang Tiga Desa Pedekik, Insya Allah akan kami hiasi,” tutupnya.

Sementara itu Haji Ali Muzar, seorang tokoh Desa Kelapapati menilai kondisi ekonomi masyarakat saat ini dengan naiknya harga-harga barang, “Dan melihat desain menara anak muda kita dalam Festival Budaya Lampu Colok 1438 Hijriyah yang cukup meriah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, serta dengan kondisi keuangan Pemerintah Daerah, saya kira cukup untuk membiayai itu. Terima wajar juara 1 itu mendapatkan uang 5 juta rupiah, paling tidak juara 1 menerima hadiah sebesar 15 juta rupiah. Barulah pemuda tadi bersemangat bekerja membuat menara coloknya,” beber Haji Ali Muzar pula.

Haji Ali Muzar menilai biaya yang pemuda keluarkan untuk suatu menara itu mungkin lebih dari 10 juta rupiah untuk membeli kayu, paku dan minyak tanah.

“Namun kita tidak menginginkan besarnya hadiah menjadi tujuan utama, ia lebih kepada semaraknya Festival Budaya Lampu Colok yang telah menjadi ikonnya Bengkalis Negeri junjungan. Saya rasa tidak ikutnya beberapa daerah dalam festival ini karena kendala besarnya biaya operasional tu tadi, tidak seimbang dengan hadiah yang didapatkan. Kalau hadiah ini memang didanai dari APBD apa salahnya tiap tahun memang sudah dianggarkan karena setiap tahun festival ini dibuat. Bukan tradisionalnya saja dikembangkan tapi sudah menjadi event budaya yang dikunjungi oleh wisatawan baik lokal maupun internasional,” kata Haji Ali Muzar bersemangat.

Beliau menilai semakin besarnya menara colok yang dibuat oleh pemuda dari tahun ke tahun tentunya semakin banyak pula minyak yang diperlukan untuk menghidupkan colok itu tadi. “Seorang teman saya dari Malaysia pada malam ke-27 Ramadhan nanti sengaja datang ke Bengkalis untuk menyaksikan festival kebanggaan kita ini,” tutupnya.(Jun)

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>