Published On: Kam, Nov 23rd, 2017

Hadapi Hoax, Pengelola Informasi Harus Kreatif dan Inovatif

Share This
Tags

PALEMBANG – Saat ini, masyarakat dan pemerintah dihadapkan dengan

 Kepala Bidang Sumber Daya Komunikasi dan Informatika pojok (kiri) beserta staf pada SAIK 2017 di Palembang, Sumatera Selatan.

Kepala Bidang Sumber Daya Komunikasi dan Informatika pojok (kiri) beserta staf pada SAIK 2017 di Palembang, Sumatera Selatan.

pemberitaan bohong alias hoax. untuk menghadapi hal tersebut, pengelola informasi dan komunikasi dalam hal ini Dinas Komunikasi dan Informasi dan Humas Pemerintah Daerah harus kreatif dan inovatif.

Demikian disampaikan Menteri Pendayagunaan Aparatur  Negara dan Reformasi Bikrokrasi (Menpan-RB) Asman Abnur, saat membuka Sinergi Aksi Informasi dan Komunikasi Publik (SAIK) 2017, Rabu 22 November 2017, di Novotel Hotel, Palembang, Sumatera Selatan.

Asman menegaskan seluruh elemen harus berperan aktif dalam menangkal hoax yang sudah menjamur dan meresahkan masyarakat. Jadi setiap informasi yang disampaikan harus dapat dipastikan kebenarannya.

Kegiatan SAIK 2017 dihadiri utusan dari Dinas Komunikasi dan Informasi, maupun Humas dari kementerian, lembaga, swasta maupun pemerintah daerah dari seluruh Indonesia. Khusus dari Kabupaten Bengkalis dihadiri oleh Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik Bengkalis dan Humas Setda Bengkalis.

Pejabat dari Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik Bengkalis, Kepala Bidang Sumber Daya Komunikasi dan Informasi (Kabid SDKI) Adi Sutrisno, Kasi Hubungan Media dan staf.

Dikatakan Asman, menghadapi fenomena hoax yang berkembang di tengah-tengah masyarakat, pengelolalan informasi dan komunikasi publik atau Humas di lingkungan Pemerintah dituntut kreatif dan inovatif.

Jika tidak kreatif dan inovatif maka akan ditinggalkan oleh masyarakat. Sebab  masyarakat akan lebih menyukai informasi yang berkembang di media sosial atau media digital lainnya yang terkadang tidak jelas terhadap sumber dan konteksnya.

Dibandingkan dengan informasi yang disampaikan oleh humas pemerintah, karena itu humas pemerintah tidak bisa lagi berada di zona nyaman, tetapi harus segera bertranformasi ke zona kompetitif , dan humas pemerintah tidak bisa lagi terpaku dan kaku dalam budaya manual tetapi harus segera bertransformasi kebudaya digital .

“Pengelola informasi maupun humas pemerintah tidak bisa lagi mengelola komunikasi publik dengan cara-cara biasa tetapi harus semakin kreatif dan inovatif dengan catatan kinerja saat ini tetapi harus tetap fokus memacu diri untuk meningkatkan kapasitas diri dan kompetensi seiring dengan perkembangan zaman,”Asman.

Asman Abnur mengatakan berdasarkan riset, Indonesia saat ini merupakan negara dengan pertumbuhan jumlah pengguna internet terbesar di dunia, pada tahun 2016 pengguna internet di Indonesia sebanyak 88,1 juta pengguna kemudian pada tahun 2017 meningkat sebanyak 51 persen menjadi 132,7 juta, dan hampir sebagian besar masyarakat Indonesia sudah tidak asing lagi dengan internet dan teknologi.

“Pada saat ini internet banyak hal yang tidak terlihat tetapi dampaknya sangat kuat, sebagai contoh munculnya informasi bohong atau hoax sumber pembuatan dan penyebaran tidak jelas dan tidak terlihat tetapi kontennya dengan cepat menyebar di tengah masyarakat baik itu dalam hitungan jam, menit maupun detik,” ungkap Asman.

Sementara itu, Kabid SDKI Adi Sutrisno, di jajaran Pemerintah Kabupaten Bengkalis, khususnya Dinas Kominfotik Bengkalis terus berupaya meningkat kualitas tenaga pengelola informasi publik. Sejauh ini Diskominfotik Bengkalis telah memiliki Pusat Layanan Informasi yang setiap saat memantau perkembangan informasi publik, terlebih yang bernuansa hoax.

Kemudian Dinas Kominfotik Bengkalis langsung mengkounter setiap meminimalisir pemberitaan hoax maupun yang menyudutkan citra pemerintah, kemudian berita tersebut di-upload di website diskominfotik.bengkaliskab.go.id. “Tidak hanya  menggunakan saluran website internal, kami juga memanfaatkan saluran lain media sosial, seperti facebook dan twiteer. Jadi setiap informasi yang dinilai miring, langsung kami luruskan,” ungkap mantan Kasubag Peliputan dan Dokumentasi Humas Setda Bengkalis ini.

Seperti diketahui, pada kegiatan SAIK 2017 di Palembang, selain dilaksanakan seminar tentang kehumasan, juga digelar pameran maupun anugerah media humas. terkait dengan hal tersebut, dari Kabupaten Bengkalis mengutus Dinas Kominfotik dan Humas Setda Bengkalis untuk mengikuti lomba media kehumasan. Khusus dari Dinas Kominfotik Bengkalis, kategori yang diikuti adalah, untuk website dan majalah internal Pemkab serta facebook Diskominfotik. #DISKOMINFOTIK

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>