Published On: Sab, Sep 30th, 2017

Ini Murid Gila yang Memberangkatkan 65 Mantan Gurunya Liburan ke Luar Negeri

Share This
Tags

 
sumber Kompas (Daniel Setiawan)

Boleh saya bertanya kepada pembaca Seword? Yang ingin saya tanyakan adalah berapa guru SMA kamu yang masih kamu ingat namanya? Mungkin ada yang bisa menyebut 6 sampai 10 nama gurunya dengan benar, bahkan dengan mata pelajaran yang mereka asuh. Nah, kalau guru SMP? Ada berapa yang masih kalian ingat? Mungkin hanya ada 5-7 orang saja, kalau SD? Apakah kamu masih mengingat seluruhnya? Atau tak hanya 5 orang saja? Ya, saya maklum jika kamu tidak dapat mengingatnya. Bahkan saya sendiri pun demkian. Hanya guru-guru spesial saja yang masih dapat saya ingat wajah dan namanya.

Sosok seorang guru memang sudah terabaikan di jaman sekarang ini. Profesi guru sudah tidak menjadi sebuah profesi yang terhormat. Tidak seperti dulu, seorang guru sangat dihormati. Bahkan tidak ada yang berani terhadap mereka. Karena mereka dianggap sebagai pengganti orang tua kita di sekolah. Jadi menghormati guru sama dengan menghormati orang tua kita sendiri.

Tapi tidak untuk masa sekarang ini. Profesi guru tak lebih seperti profesi-profesi lainnya. Mereka hanya dianggap sebagai pekerja. Ya, sebagai pekerja. Seorang pekerja yang melakukan pengajaran di sekolah. Tak lebih dari itu. Oleh karenanya guru sekarang tidak lagi dihormati seperti guru pada masa yang lalu. Bahkan seorang seorang murid bisa melecehkan gurunya dihadapan murid-murid lainnya. Bahkan pelecehan ini menjadi sebuah suguhan yang mendapatkan tepuk tangan serta sorakan dari murid-murid lainnya.

Tak jarang kita mendengar seorang guru yang dipukuli oleh muridnya hanya karena murid tersebut tidak naik kelas. Atau murid tersebut melampiaskan amarahnya hanya karena ditegur oleh seorang guru. Saat ini hal-hal yang demikian sudah lumrah terjadi, dan bagi kita semua kejadian tersebut adalah kejadian biasa. Bukan kejadian yang luar biasa. Karena seorang guru di masa sekarang ini, bukan lagi profesi yang terhormat dan dihormati oleh masyarakat. Bahkan sekarang ini, seorang guru jangan coba-coba mencubit muridnya, karena bakalan dilaporkan ke polisi. Dan itu sudah jamak terjadi.

Dan jika apa yang saya tanyakan di atas, berhasil dijawab oleh kamu, apakah yang telah kamu lakukan untuk mantan gurumu tersebut? Apakah kamu masih mengingat jasanya ketika beliau mengajari kamu dengan perhatian? Apakah kamu sempat meluangkan waktumu untuk hanya sekedar menyapanya? Ketika gurumu sedang dalam keadaan sakit, apakah kamu menyempatkan diri untuk menjenguknya sekedar untuk menguatkan dirinya? Atau kamu sudah melupakan semua jasa-jasanya kepadamu hingga kamu bisa sukses seperti sekarang ini?

Ini adalah sebuah cerita yang mengharukan dari seorang mantan murid kepada mantan guru-gurunya mulai dari SD, SMP sampai dengan SMA. Dan murid ini, masih ingat dengan jasa-jasa gurunya, walau pun saat ini dirinya sudah menjadi seorang pengusaha sukses. Dia adalah Fredy Chandra, alumni SMA Negeri 1 Pekalongan yang juga seorang pengusaha Fiber Optik yang sukses. Fredy masih mengingat akan jasa-jasa guru-gurunya kepadanya. Dan untuk menyenangkan hati mantan gurunya ini Fredy memberikan liburan gratis kepada mereka.

Keinginan Fredy ini, semula dianggap ‘gila’ oleh Kepala SMA Negeri 1 Pekalongan Sulikin, karena menurut pikiran beliau keinginan Fredy ini hanya sekedar guyon belaka. Mana mungkin seorang murid bersedia membiayai liburan mantan gurunya bukan hanya liburan di Indonesia tetapi ke Eropa, Menurut beliau ide ini tambah gila saja, karena akan memerlukan biaya yang tidak sedikit untuk menerbangkan mantan gurunya tersebut karena bukan hanya satu guru yang diterbangkan tetapi mencapai puluhan orang. Tentu ini sebuah rencana yang tidak masuk akal, begitu menurut pikirannya.

Tetapi keinginan Fredy untuk membahagiakan mantan gurunya ini bukanlah isapan jempol belaka. Memang tidak seperti yang direncanakan semula yaitu pergi liburan ke Eropa, tetapi hanya liburan di Singapura dan Malaysia mengingat mantan gurunya tersebut sudah ada yang sepuh dan tidak mungkin melakukan perjalanan yang sangat jauh. Jadi keputusan untuk liburan ke Sinagpura dan Malaysia, menurut mereka adalah keputusan yang tepat. Maka pada tanggal 19 September yang lalu, Fredy memberangkatkan mantan gurunya yang mencapai 65 orang tersebut liburan ke Malaysia dan Singapura dengan segala fasilitas kelas satu serta uang saku.

Tentu ini adalah sebuah penghargaan yang luar biasa dari seorang mantan murid kepada mantan gurunya. Tidak tanggung-tanggung 65 mantan gurunya mendapatkan fasilitas kelas satu, dan tentu saja mantan gurunya yang dari SD, SMP sampai SMA itu merasa bahagia, karena mendapatkan liburan gratis pada masa tuanya.

Dan kita sangat salut dengan Fredy yang walau pun telah menjadi seorang pengusaha sukses, tidak melupakan mantan gurunya dari SD, SMP sampai SMA. Dan Fredy ingin membahagiakan mereka di usia senja mereka. Bahkan Fredy menanggung segala biaya dari pembuatan paspor sampai tenaga medis untuk mantan gurunya yang sudah uzur dan tak mampu pergi sendiri. Sungguh sebuah perhatian yang sangat luar biasa di saat semua orang sudah tidak lagi menghormati profesi seorang guru.

Saya jadi terharu….. sambil mengingat nama-nama guru mulai dari SD, SMP sampai SMA yang masih juga tak tersebut satu demi satu. Maafkan saya guru, jika saat ini nama kalian tak dapat kusebutkan satu per satu. Hanya doa saya di umurmu yang semakin tua, semoga kesehatan dan rejeki senantiasa selalu dilimpahkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, agar kalian dapat menikmati masa tuamu dengan bahagia…. amin.

Saya kira begitu saja….. (ambil tisu…..)guru

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>