Published On: Sab, Mei 13th, 2017

Jamin Kondusifitas Daerah Jelang Ramadhan dan Idul Fitri, Pemkab. Meranti Gelar Rakor Bersama Instansi Terkait dan Ormas

Share This
Tags
Suarakedaulatan.com,Selatpanjang-Wakil Bupati Kepulauan Meranti H. Said Hasyim memimpin 20170510092049_IMG_9501rapat koordinasi (Rakor) bersama instansi terkait, ormas dan pengusaha, pertemuan itu dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban serta kondusifitas daerah jelang Ramadhan dan Idul Fitri 1438 H mendatang. Bertempat diruang rapat Melati, Kantor Bupati Meranti, Rabu (10/5).
“Rapat ini dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban jelang Ramadhan dan Idul Fitri, kita berharap umat islam dapat melaksanakan ibadah dengan aman dan damai dalam suasana kerukunan antar umat beragama,”ujar Wakil Bupati.
Hadir dalam pertemuan itu Asisten I Sekdakab. Meranti Azza Fahroni, Asisten III Sekdakab. Meranti H. T. Akhrial, Ka. Kanwil Departemen Agama Kepulauan Meranti, Perwakilan Polres Kepulauan Meranti, Dandim, Kadis Perhubungan, Kakan Satpol PP Meranti, Perwakilan Syahbandar, Perwakilan PLN, Pihak Disperindag Meranti, Perwakilan MUI, Para Camat dan lainnya.
Lanjut Wakil Bupati, meski dalam suasana ibadah (Ramadhan.red), Wakil Bupati H. Said Hasyim berharap segala bentuk pelayanan khususnya dari ASN kepada masyarakat jangan sampai terkendala. Dan ang tak kalah penting tingkat kebutuhan sembilan bahan pokok (Sembako) yang diprediksi akan meningkat saat moment tersebut dapat terpenuhi sehingga lonjakan harga dapat ditekan.
“Meski dalam suasana ibadah pelayanan masyarakat tetap diberikan secara optimal. Begitu juga ketersediaan Sembako ditambah daging bisa terpenuhi,” harap H. Said Hasyim.
Dalam rangka menjamin kondisfitas dan kenyamanan umat Islam dalam beribadah, ada beberapa hal yang akan dilakukan oleh Pemda berkoordinasi dengan Instansi terkait seperti kepolisian, TNI, Pengusaha Angkutan Darat dan laut, serta Ormas.
Perwakilan rapat menyepakati semua tempat hiburan malam selama Ramadhan akan ditutup selama 1 bulan penuh, untuk memastikan hal itu berjalan Tim Yustisi yang dikomandoi Satpol PP Kepulauan Meranti akan melakukan razia kos-kosan dan losmen yang tak berizin. Razia ini selain untuk pendataan penduduk juga untuk memastikan tidak terjadi praktek prostitusi dan asusila selama Ramadhan. “Jika kedapatan saya minta penghuni gelap ini (wanita malam.red) tolong ditangkap dan diamankan,” ujar Wakil Bupati.
Sekedar informasi, dari laporan Kakansatpol PP Meranti H. Joko kepada Wakil Bupati, pihaknya jauh hari telah melakukan razia bersama Tim Yustisi dan telah pula mengamankan 10 wanita tak jelas yang saat ini masih dalam proses.
Demi menghargai umat Islam yang sedang melaksanakan ibadah, Wakil Bupati juga menyoroti kebiasaan sebagian warga Selatpanjang yang menggunakan pakaian minim yang dapat merusak ibadah. “Kepada masyarakat saya himbau untuk berpakaian sopan jangan lagi pakai celana pendek dan baju tak senonoh,” harapnya.
Kepada pengusaha restoran dan rumah makan, disepakati boleh tetap beroperasi dengan syarat tetap menjaga dan menghargai warga muslim yang sedang melaksanakan puasa. “Rumah makan boleh buka tapi tetap menjaga dan menghargai orang yang sedan berpuasa,” ujarnya lagi.
Intruksi selanjutnya dari Wakil Bupati adalah terkait pelayanan angkutan laut. Khususnya Kempang H. Said Hasyim meminta instansi terkait untuk memonitor kelayakan angkutan tersebut mulai dari fisik body, mesin kempang hingga fasilitas pendukung keamanan penumpang. “Ini kita lakukan untuk menjaga sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan
“Pengusaha Kempang harus mematuhi semua aturan yang dikeluarkan oleh pihak syahbandar, saya minta instasi terkait dapat memanggil semua pengusaha kempang, lakukan pengeceka kondisi fisik dan mesin dan fasilitas pendukung keamanan dilaut,” ucap Wakil Bupati.
Menyikapi keamanan angkutan laut itu, dikomentari oleh Kepala Dinas Perhubungan Meranti Drs. Hendra Putra, diakuinya untuk angkutan laut diatas 7 GT masuk wewenang syahbandar, tetapi untuk 7 GT kebawah seperti kempang yang merupakan usaha perseorangan merupakan kewenangan Dinas Perhubungan. “Masalah Kempang kami akan melakukan koordinasi dengan Camat dan Desa tempat Kempang beroperasi,” ucapnya.
Sementara untuk masalah angkuta lebaran secara keseluruhan, dikatakan Hendra Putra, pihaknya akan menggelar rapat teknis dengan semua instansi terkait.
Sementara pihak Syahbandar Meranti mengaku telah melakukan uji petik setiap kapal yang beroperasi untuk uji petik sendiri sudah dimulai dan akan berakhir tanggal 15 Mei mendatang. “Kami telah melakukan uji perik semua kapal penumpang angkutan laut dan uji petik ini akan berakhir tanggal 15 Mei mendatang,” aku salah seorang perwakilan Syahbandar.
Selanjutnya Wakil Bupati meminta Disperindag Meranti untuk memastikan ketersediaan Sembako, dengan melakukan koordinasi bersama pengusaha dan distributor. Menyikapi intruksi Wakil Bupati itu, perwakilan Disperindag Meranti, Suwardi mengaku telah melakukan rapat dengan distributor dan pengecekan gudang, dimana hasilnya pihak Distributor telah menyiapkan stock hingga 150 persen. “Stock telah dinaikan oleh distributor hingga 150 persen dan sejauh ini dari hasil lantauan kami harga Sembako masih stabil,”ujar Suwardi melaporkan.
Sementara itu pihak MUI menginformasikan, akan membantu Pemda untuk memantau bahan makanan yang dijual diswalayan, apakah layak dikonsumsi dan mengantongi label halal. Dalam peninjauan ini MUI juga meminta dukungan dari Disperindag Meranti serta Kepolisian untuk sama-sama turun kelapangan.
Satu hal lagi yang disampaikan MUI terkait laporan para pengusaha swalayan dan hotel yang tidak memberikan kesempatan kepada karyawan muslimnya untuk melaksanakan ibadah sholat. Isu ini turut menjadi perhatian serius dari Wakil Bupati untuk itu ia meminta instansi terkait mengumpulkan pihak hotel dan swalayan untuk mensosialisasikan hal itu meskipun saat ini masih berjalan dengan baik.
MUI juga menemukan adanya rumah makan memajang label Halal pada rumah makan yang diketahui belum mengantongi sertifikat halal dari MUI. Untuk itu MUI menghimbau kepada masyarakat muslim untuk berhati-hati, MUI sendiri mengaku akan terus mengawasi hal tersebut.
Begitu juga terkait makanan yang banyak dijual di swalayan di Meranti, dimana menurut MUI ada beberapa komposisi makanan dengan kode tertentu diketahui menggunakan lemak babi sehingga tidak boleh dikonsumsi umat muslim. Menyikapi laporan itu Wakil Bupati meminta Isntasi terkait dalam hal ini Disperindag Meranti untuk segera berkoordinasi dengan BP POM Pekanbaru dan Disperindag Riau untuk memastikan kode makanan apa saja yang tidak halal untuk dikonsumsi.
 “Disperindag sehera koordinasi dengan BPOM dan Disperindag Provinsi terkait makanan yang mengandung lemak babi sesuai dengan kode yang ada di makanan,” ujarnya.
Dan yang tak kalah penting perwakilan dari PLN Selatpanjang melaporkan kepada Wakil Bupati H. Said Hasyim akan mengupayakan listrik hidup 24 jam selama Ramadhan dan Idul Fitri. “Kita akan upayakan listrik hidup selama 24 jam,” ujar salah seorang perwakilan PLN Selatpanjang.
Sementara itu pihak Polres Meranti menjelaskan, telah menggelar operasi patuh SIAK 2017, pihak Polres yang tergabung dalam Tim Yustisi juga akan melakukan razia pekat. Pihak Polres juga mengeluarkan himbauan kepada pihak managemen hotel meminta tamu untuk memoerlihatkan KTP sebelum memesan kamar. Selain itu untuk masalah petasan dan pistol mainan berbahaya, Mapolres akan melakukan razia, khusus untuk pengawasan masuknya petasan yang nota bene masuk dalam jenis bahan peledak pihak Polres akan berkoordinasi denga Syahbandar karena sebagian besar barang tersebut masuk lewat laut. 
Terkait pengamanan dan pelayanan lalu lintas kepolisian Polres Meranti mengaku siap mengamankan arus mudik dan arus balik. Khusus bidang pelayanan SIM akan tetap berjalan hingga 3 hari jelang lebaran.
Dalam rapat itu juga disepakati sebelum memasuki Ramadhan akan dilakukan Gotong Royong masal diseluruh instansi pemerintah yakni pada tanggal 18 Mei mendatang. Selain itu MUI juga akan melakukan Pawai Taqruf menggemakan syiar Islam yang melibatkan semua sekolah dan ormas Islam kegiatan ini akan digelar 26 Mei. (Rilis Humas Meranti).

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>