Published On: Sen, Okt 30th, 2017

Kegiatan Budaya Tahunan Dzikir dan Do’a Demi Pelihara Kedamaian Kampung

Share This
Tags

Dedap Sk.Com Situsi Lingkungan Suatu Komunitas sosial masyarakat tidak lepas dari zikir dan do'adua kondisi silih berganti yakni keadaan aman, terang dan nyaman dan keadaan gawat, mencekam, dan menakutkan. Namun , tak bisa sesuatu di atas dunia ini yang tidak punya cara pemulihan kepada keadaan semula. Setiap kumunitas tentu dalam masyarakat juga memiliki cara tersendiri untuk memulihkan situasi alam yang melingkupi lingkungan sekitarnya. masyarakat Desa Dedap khusunya warga Desa Dedap punya cara yang unik serta bernilai syah cukup tinggi dalam memulihkan situasi lingkungan ketika mengalami keadaan yang mencengkam. Tolak bala (baca : cegah musibah) merupakan sebuah ritual religi yang unik dan punya makna cukup mendalam bagi masyarakat Desa Dedap tolak bala dilakukan untuk memulihkan keadaan alam dan lingkungan sosial yang dirasakan sudah tidak nyaman. Warga masyarakat Desa Dedap setempat biasanya menggelar kegiatan Tola Bala setiap tahaun sekali atau pada kegiatan sewaktu-waktu manakala situasi dimana lingkungan Alam dan sosial kurang bersahabat terhadap manusia karena penyebab tertentu. tolak bala sebagai kegiatan menormalkan keadaan selain memiliki nilai religi cukup tinggi juga memiliki Demensi sejarah yang dalam.

Menurut salah seorang tokoh adat Zulkifli, saat pengelaran tolak bala Zulkifli beberapa waktu lalu mengungkapkan tolak bala adalah sebuah kebiasaan warga ditempat sejah dari zaman nenek moyang kita terdahulu. dan diturunkan dari generasi kegenarasi hingga kini kegiatan ini merupakan kegiatan yang diyakini oleh msyarakat terdahulu untuk arana pemilihan situasi lingkungan alam dan lingkungan sosial yang  tidak menentu bahkan mencekam. “orang tua kita dulu sangat yakin dengan tidak tolak bala ini sebagai sarana pemulihan dan keadaan yang gawat ini. ini adalah wakilan yang patut kita pertahankan dan juga turun menurun”ungkapnya pada sambil warga saat ditemui saat pelaksanaan tolak bala di Kampung Setempat. sedangkan ka Bhabinkantibnas Chairi dalam sambutnya, mengatakan tolak bala memiliki sejarah panjang dalam kehidupan umat muslim hadir kemuka bumi ini kembali pada Allah.

Tolak Bala menurutnya, selaras dengan ajaran Islam pasalnya dalam tolak Bala dibaca salawat, shalawat Badriah (salakartul Terminologi sasak – Red) ajaran-ajaran islam yang disampikan para Mubalig muslim terdahulu menjadi penuntun untuk menjadi hiruk piruknya, kehidupan umat islam masa lampau, salah stunya adalah tradisi ini penting kita lanjutkan dan pelihara sebagaimana untuk membuat keadaan alam menjadi aman dan damai, baca lain yang menyatainya Shalawat (Bersanji) yakin Zikir, yasinan, Hadziban, dan doa-doa lainnya, kedepan ritus ini harus kita pelihara dengan baik “harapnya (Rus).

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>