Published On: Sab, Okt 24th, 2015

Kemenangan Lombok Kompetisi di Wisata Halal Dunia

Share This
Tags

SuaraKedaulatan.com – Mataram Pariwisata Indonesia tengah bergembira dan merayakan pencapaian atas kemenangan dalam ajang kompetisi dunia The World Halal Travel Summit/Exhbition 2015 (WHTS15) di Abu Dhabi, Uni Emirate Arab (UEA) pada 21 Oktober 2015 lalu. Dari 14 kategori yang dilombakan, Indonesia menyabet pehargaan sebagai pemenang di tiga kategori yakni World’s Best Halal Tourism Destination, World’s Best Halal Honeymoon Destination, dan World’s Best Family Friendly Hotel.

Pulau Lombok berhasil menyabet penghargaan sebagai pemenang di 2 kategori yaitu World’s Best Halal Tourism Destination dan World’s Best Halal Honeymoon Destination. Sedangkan pada kategori World’s Best Family Friendly Hotel, Hotel Sofyan Jakarta terpilih menjadi pemenang.

Tentunya, ada kebanggan tersendiri dengan penghargaan yang diterima Indonesia dalam ajang Internasional yang melibatkan lebih dari 200 negara di dunia tersebut. Bahkan, menteri Pariwisata Arief yahya menyebut kemenangan Indonesia sebagai kado manis satu tahun masa pemerintahan Jokowi-JK .

Kepulauan Gili di Lombok memiliki berbagai keindahan untuk para wisatawan.

“Awarding ini bisa menjadi kado manis buat satu tahun pemerintahan Presiden Jokowi-JK. Ada prestasi tingkat dunia yang bisa dibanggakan yang akan menjadi pintu untuk pengembangan destinasi halal,” ujar Arif Yahya melalui rilis yang disebarkan beberapa saat setelah pengumuman pemenang WHTS15 di Abu Dhabi, Rabu (21/10/2015) dini hari.

Sejak terpilihnya Pulau Lombok sebagai nominator pada award tersebut dan bersaing dengan 5 negara terkenal di dunia, gubernur Nusa Tenggara barat (NTB), Zainul Majdi kerap mengingatkan masyarakat NTB dan meminta seluruh lapisan warga untuk terus mendukung Indonesia khususnya pulau Lombok melalui voting agar terpilih menjadi pemenang.

Ternyata perjuangan dan himbauan yang dilakukan sosok Zainul Majdi atau yang akrab dipanggil TGB (Tuan Guru Bajang) ini tidak sia-sia, Lombok-pun akhirnya berhasil menyabet 2 kategori utama pada ajang tersebut.

Awalnya banyak yang berpikir, pulau Lombok sulit menjadi pemenang dalam ajang tersebut. Sebab, sebagian besar masyarakat NTB tidak mengetahui bahwa Lombok terpilih sebagai nominator dan akan bersaing dengan negara negara yang selama ini lebih dahulu mengembangkan wisata halalnya seperti Malaysia, Turkey, Maroko, dan UEA.

Hal itu dikarenakan kurangnya promosi atau himbauan visual kepada masyarakat oleh pemerintah dalam hal ini dinas pariwisata provinsi NTB untuk mengkampanyekan predikat yang menjadi kebanggaan Lombok karena terpilh sebagai nominator.

Pada saat006507600_1441077217-IMG_5381_-_NTB_-_LOMBOK_-_KIAT_-_20092014Lombok081030300_1445515564-CIlhaJCVEAAhc7z Gubernur NTB gencar-gencarnya menghimbau masyarakat untuk memberikan voting , namun tidak ada satu pun spanduk atau baliho wisata halal di kantor dinas pariwisata NTB ataupun di jalan raya yang menginformasikan kebanggan utama ini kepada masyarakat.

Padahal, jika berkaca pada event-event lainnya seperti Bulan Budaya dan Tambora Menyapa Dunia yang terkesan menguras anggaran, dinas pariwisata memasang ratusan spanduk dan baliho di setiap titik. Bahkan, suasana kantor dinaspun hampir tertutup akibat bentangan Baliho Bulan Budaya dan Tambora Menyapa Dunia.

Lombok masih tawarkan keindahan alam menawan sehingga tetap menjadi destinasi wisata favorit

Tak hanya itu, di website resmi dinas pariwasata NTB http://www.disbudpar.ntbprov.go.id/ yang seharusnya gencar melakukan sosialisasi ternyata hening dari wisata halal. Yang terpampang hanyalah informasi seputar Bulan Budaya dan Tambora Menyapa Dunia (TMD).

Lantas, apa gerangan wisata halal yang pasti membanggakan NTB ini terkesan di’anak-tiri’kan oleh dinas pariwisata?. Padahal, sebelumnya gubernur NTB selalu menyerukan warga untuk memvoting Lombok saat masuk sebagai nominator agar Lombok bisa memenangkan ajang bergengsi tingkat dunia ini. Sebab, jika menang maka otomatis angka kunjungan wisatawan akan semakin tinggi.

Liputan6.com pun, mencari tau alasan sepinya spanduk dan baliho wisata halal tesebut. Pihak Dinas Pariwisata NTB berlasan kebingungan hingga tak ada waktu sedikitpun untuk membuat spanduk lantaran informasi terpilihnya Lombok ini diketahui sebulan sebelum pengumuman.

“Kami memiliki waktu yang sempit untuk bersosialisasi dengan membentangkan spanduk di jalan. Tapi ini kami jadikan bahan evaluasi agar kedepannya lebih baik,” kata Mahariadi Kurniawan,kabid pemasaran Dispar NTB.
Liputan6.com,

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>