Published On: Rab, Jan 6th, 2016

Miris Kondisi Pantai Sialang buah butuh perhatian Pemkab Sergai Bedagai

Share This
Tags

Sergaibedagai_SK.com – Pantai sialang buah, kecamatan teluk mengkudu, kabupaten Sergai bedagai, propinsi Sumatera Utara, salah satu tempat wisata, yang kurang perhatian dari pemkab Sergai bedagai, hal ini bisa dilihat di taman wisata Siialang buah, kotor, dan bau aroma yang menyengat.

Budi, warga ujung batu ( Rohul) Riau, wisatawan domestik dengan keluarga besarnya mencicipi udang dan kepiting ciri khas pantai, sangat menyayangkan pemerintah setempat yang sayogianya mengelola pantai Sialang buah dengan baik, tapi nyatanya pihak pemkab tidak peduli akan ke indahan alam pantai sialang buah. ” tadinya info keindahan pantai dari rekan sejawatnya di ujung batu, riau, yang merupakan warga asal seergai bedagai. Nyatanya kita sangat miris, setelah kita sekeluarga khusus berlibur ke pantai sialang buah, ada kekecewaan “, tandas Budi ke wartawan medya ini.

Budi asal Riau dengan logat jawa setelah mengetahui sama-sama dari riau dengan wartawan medya ini, nyerah melihat fakta yang ada. Wartawan mencoba mengali informasi ke warga setempat, salah satu nelayan yang menambat kapal motor (pompong), inisial RI (33), nelayan yang sudah 10 tahun bergelut di laut, menjelaskan bahwasanya pemerintah setempat semula memang bergerak mengembangkan pantai sialang buah, cuma tidak serius, menurut pandangan saya selaku nelayan juga warga domisili disini.

” Pemkab Sergai bedagai kurang peduli akan pantai ini, tata kelolanya, kebersihan, jambatan kurang lebih 2X40, dimana papan lantai sudah lapuk, besi penopang berkarat, terutama pondok-pondok sekitar pantai tidak memadai, yang paling utama aroma amis ikan, yang sehari-hari transaksi jual beli ikan antara nelayan dengan toke besar di sekitar pantai wisata”, ungkap, RI.

Tata kelola jual beli ikan ini yang di abaikan pemerintah, lanjut RI, jadi mustahil aroma amis menyengat setiap pengunjung ketempat ini kalau masih dibiarkan seperti ini, ujar RI. ” Ikan panggang pulut, kepiting, merupakan hasil tangkapan para nelayan disini, kita selama 14 jam bentangkan jaring( silabuh) baru di angkat dan hasil tangkapan di tampung toke”, urai RI.

” yang tak kalah pentingnya sebangai nelayan perlu menghimbau ke pihak-pihak yang terkait, baik pemerintah, swasta, wakil rakyat yang merupakan mitra sekaligus kontrol pemerintah, menjelaskan adanya oknum-oknum yang bermain hal BBM subsidi ke nelayan, perlu di ketahui bersama, BBM subdidi untuk nelayan tidak tepat sasaran”, Pungkas RI, dengan nada geram.

BBM subsidi, lanjut RI, untuk nelayan kecil seperti kami sangat sulit di dapat, sementara kapal besar dengan mudahnya mendapat BBM subsidi, di duga hal ini terjadi ada oknum pertamina bermain harga dengan kapal besar kalau tak salah harga BBM yang di jual ke kapal besar selisih Rp 1000 lebih mahal dengan kapal mesin tempel , ” inilah yang kami hadapi setiap saat”, terang RI. Mohon pihak-pihak yang terkait peduli dengan nasib nelayan seperti kami, sambung nelayan.

nelayan pantai sialang buah yang akan melaut

nelayan pantai sialang buah yang akan melaut


Dengan melihat hamparan pantai, nelayan RI, bercerita pengalaman selama 10 tahun menjadi nelayan, RI di dampingi isterinya serta ayahnya, pernah di hantam ombak badai, bahkan hampir tenggelam di telan ombak badai, kami hanya pasrah berserah dan berdoa, dan itulah yang di hadapi setiap saat, janganlah penderitaan di hantam badai, dibumbui masalah penderitaan BBM subsidi.
/ton

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>