Published On: Sel, Mei 23rd, 2017

Negeri Junjungan Terpilih Untuk Pemutaran Film Ada Surga Dirumahmu

Share This
Tags

Suarakedaulatan.com,BENGKALIS – Dalam rangka memperkuat jati diri dan karakter bangsa,

Sekda Bengkalis H Arianto, Kadisdik Edi Sakura, Kadiskom Infotik M Nasir, dan Ketua LAM Riau Kabupaten Bengkalis H Zainuddin foto bersama- Direktur Sejarah Kemenbud RI Triana Wulandari Senin (22/5/2017) di sela acara nonton bareng film Ada Surga Dirumahmu.

Sekda Bengkalis H Arianto, Kadisdik Edi Sakura, Kadiskom Infotik M Nasir, dan Ketua LAM Riau Kabupaten Bengkalis H Zainuddin foto bersama- Direktur Sejarah Kemenbud RI Triana Wulandari Senin (22/5/2017) di sela acara nonton bareng film Ada Surga Dirumahmu.

salah satunya melalui film.
Hal ini sebagaimana disampaikan Direktur Sejarah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Dra Triana Wulandari, M. Si kepada awak media Senin (22/5/2017). Beliau yang sebelumnya telah membawa para guru sejarah dan IPS se-Indonesia ke Siak, Bengkalis, Melaka menuturkan, “Sasarannya adalah guru dan siswa karena mereka ini adalah ujung tombak sebagai agen pembawa perubahan. Kita sudah melakukan kegiatan pemutaran film ini selama 6 tahun,” kata Triana Wulandari.

Dipilihnya Bengkalis sebagai lokasi pemutaran film ini, menurut Triana Wulandari salah satunya karena Bengkalis belum pernah dilaksanakan acara ini.

“Karena ini film layar lebar yang biasanya diputar di gedung bioskop maka kita adakan di gedung megah ini. Salah satu artisnya sekitar seminggu yang lalu mendapatkan​ terbaik. Kota Bengkalis adalah kota yang bersejarah di mana kami bulan lalu (18 April) membawa guru Sejarah dan IPS se-Indonesia dari Siak, Bengkalis, sampai ke Melaka. Para guru inj menggali bagaimana sejarah Melayu yang merupakan sejarah lokal ini dulunya,” tambahnya.

Kemendikbud melalui Direktorat Sejarah mempunyai program lomba kreasi audiovisual kesejarahan tingkat nasional.

“Ada 346 proposal film masuk dari seluruh Indonesia. Mereka adalah anak-anak SMA yang didampingi oleh guru Sejarah, Alhamdulillah proposal mereka sudah selesai diseleksi dan diambil 30 proposal dari 30 provinsi. Proposal ini menggali sejarah lokal, nanti film-film dari 30 proposal tadi bisa dikembalikan ke kami. Kita akan gandakan kembali 30 film tersebut dan akan dikembalikan kepada guru untuk dijadikan bahan belajar tentang sejarah,” ungkap Triana Wulandari.

Triama Wulandari menegaskan bahwa melalui film ini juga akan muncul kreativitas anak-anak.

“Kami punya fasilitas yang namanya bantuan pemerintah fasilitas komunitas kesejarahan. Tahun 2017 ini ada 5 untuk komunitas bikin film, dqnnkita menyiapkan Rp. 175 juta rupiah untuk kegiatan tersebut. Ada komunitas event sejarah, untuk guru-guru sejarah, menulis sejarah lokal, berikutnya untuk individu maupun organisasi komunitas sejarah menulis sejarah. Untuk informasi bisa diklik di di www. kemendikbud.co.id,” pungkasnya.

Sementara Plt. Sekda Bengkalis H Arianto berharap ini harus ditekan, diberikan pemahaman, anak-anak harus belajar, harus menguasai pengetahuan agar mereka nanti setelah mereka selesai belajar dan sekolah mereka bisa menggabdikan diri untuk bangsa ini,” harap H Arianto.

“Kita bekerjasama dengan aparat melakukan pengawasan baik oleh pemerintah atau aparat terhadap kemungkinan generasi muda terjerumus dalam pengaruh globalisasi,” kata H Arianto singkat karena melanjutkan nonton film Ada Surga Dirumahmu.

“Ada beberapa harapan Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis. Yang pertama, persemaian nilai-nilai budaya ini kita berharap kepada guru dan juga siswa kedepannya​ agar menjauhi kegiatan-kegiatan yang dapat merusak dirinya pribadi, baik narkoba, pelecehan seksual, perjudian, dan lainnya. Dengan ini kita akan meningkatkan nilai-nilai karakter siswa dan juga guru. Kita Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkalis bekerja sama dengan Kementrian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan RI melakukan salah satu kegiatan nonton film ini. Tujuannya nanti dapat merubah karakter peserta didik dan gurunya. Saya sempat meneteskan air mata ketika menonton perlakuan seorang anak dipukul oleh gurunya, saat itu anak sudah jujur mengatakan bahwa dia tidak cabut karena menonton ceramah. Tetapi sang Guru tidak percaya akhirnya dipukul dua kali. Guru kembali bertanya yang dijawab si anak Demi Allah saya menonton ceramah. Kemudian dipukul lagi berkali-kali sehingga anak sakit selanjutnya sang Guru meninjau ke tempat benar tidak si anak cabut itu mendengarkan ceramah,” tutur Kadisdik Edi Sakura.

“Disitu terjadi perubahan karakter, seorang guru yang tadinya memukul setelah melihat fakta yang sebenarnya Sang guru dengan ikhlas menerima agar dia dipukul si anak. Tapi si anak yang baik tidak mau memukul seorang gurunya dia sembah sujud kepada gurunya. Inilah anti klimaks film ini. Seorang guru saat itu jangan menghukum sebelum fakta benar didapatkan. Di sebalik itu kejujuran anak tadi merupakan karakter yang akan kita tingkatkan,” tambahnya.

Kegiatan nonton film ini adalah rangkaian dari kegiatan internalisasi yang sebelumnya dilakukan Kemendikbud RI.

“Tahun depan kita akan akan melaksanakan kegiatan yang sama tetapi lokasinya di Rupat, makanya Bu Direktur Sejarah (Triana Wulandari) menyuruh saya datang tanggal 23 besok di Jakarta untuk membicarakan program selanjutnya dalam produksi film. Mungkin akan dipimpin oleh ahli-ahli film supaya kita punya salah satu transfer melalui perubahan gerak transfer media kita belum buat program produksi filmnya,”  tambahnya.

Edi Sakura menambahkan, “Ini masih ada kesempatan untuk membuat program itu pada 2018 nanti. Semoga sineas Bengkalis ND Juaii M Usna bisa ikut dalam program ini pada 2018 akan datang,”  tutup Edi Sakura.

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>