Published On: Kam, Des 29th, 2016

Pembukaan MTQ Desa Selat Baru Berlangsung Meriah

Share This
Tags

Bengkalis-Dalam pembukaan MTQ Tingkat Desa selat baru ke 25 dihadiri Ketua LPTQ Kecamatan

pelepasan-pawai-mtq-desa-selat-baru-tahun-2016

pelepasan-pawai-mtq-desa-selat-baru-tahun-2016

bantan dan Tamu undangan ratusan masyarakat, memenuhi arena astaka MTQ tersebut mulai dari Pawai

pelantikan-dewan-hakim-oleh-kepala-desa-h-sofyan

pelantikan-dewan-hakim-oleh-kepala-desa-h-sofyan

Ta’aruf sampai pembukaan MTQ dengan antusiasnya masyarakat Desa Selat baru sangat luar biasa.

Nendang selaku Ketua Panitia MTQ Desa Selat baru mengungkapkan kepada (SK) di celah-celah

penekanan-tombol-pembukaan-mtq

penekanan-tombol-pembukaan-mtq

kesibukannya bahwa peserta MTQ untuk kali ini berjumlah 200 orang mulai dari Tilawah anak-anak, Remaja hingga Dewasa. Untuk anggaran dana diperoleh dari (ADD) desa selat baru

Di sisi lain H.SOFYAN Kades Selat baru mengharapkan dengan acara MTQ ini supaya menambah mewujudkan

pengibaran-bendera-mtq-desa-selat-baru-tahun-2016

pengibaran-bendera-mtq-desa-selat-baru-tahun-2016

kekompakan serta kerja sama kedepannya lebih baik, juga mengharapkan kepada peserta MTQ ini supaya bisa tampil lebih maksimal dan bisa meraih juara umum di tingkat Kecamatan Bantan nantinya ia sangat berterima kasih sekali atas dari dukungan masyarakat.

penyerahan-piala-bergilir

penyerahan-piala-bergilir

Karena tampa adanya kerja sama pastinya kegiatan ini tidak akan berjalan dengan baik beliau juga menegaskan kepada seluruh

sambutan-atau-arahan-oleh-camat-syamsul-bahari

sambutan-atau-arahan-oleh-camat-syamsul-bahari

peserta MTQ dan generasi penerus lainnya. Tapi jadikanlah yang bersipat permanen supaya lebih terlatih dan memahami isi kandungan Al-Qur’an ujarnya.

Ketua LPTQ Kecamatan bantan H.ABDULLAH NOR saat diwawancarai menghimbau dengan adanya wancana MTQ ini jangan lupakan sosok guru yang telah mendidik, mengajar, mengasuh putra putri kita ini telah pandai mengaji yang kedua dengan wacana MTQ ini jangan kita lupakan wadah yang pertama sebelum MTQ dilakukan, mungkin ada kelembagaan yang bersipat taman bacaan Al-Qur’an yang kita dirikan.

Masjid yang kita hidupkan mengajar mengaji, atau rumah-rumah supaya bisa mengembalikan

sambutan-ketua-lptq

sambutan-ketua-lptq

citra-citra guru yang lama mengajar mengaji. Mungkin bukan Maghrib mengaji, tapi setelah zuhur atau pun asyar mengaji jika budaya ini kita kembalikan lagi alangkah baik dan bagusnya untuk menambah minat anak-anak kita untuk mengaji ulasnya. (red)

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>