Published On: Kam, Sep 14th, 2017

Prestasi ABK SDN 04 Bukit Agung Sampai Tingkat Nasional

Share This
Tags

Pelalawan-suarakedaulatan.com,
SDIMG20170913112529 Negeri 04 Bukit Agung, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, salah satu sekolah penyelenggara pendidikan Inklusif bagi ABK (anak berkebutuhan khusus) atau slow learner. Prestasi ABK binaan di sekolah itu dibidang olahraga SOIna sudah berkali-kali tampil sampai ditingkat Propinsi hingga ditingkat Nasional.

Jumlah siswa ABK di SDN 04 Bukit Agung untuk tahun pelajaran 2017/2018 ini sebanyak 23 orang. Setiap lokal paling banyak 2 orang tidak boleh lebih. Program ini hanya ada di SDN 07 kota Pangkalan Kerinci, dan SDN 04 Bukit Agung, di Kecamatan Pangkalan Kerinci, ujar kepala SDN 04 Bukit Agung Elfidawati, M.Pd yang dampingi oleh Humas Wiji Astuti S.Pd SD, pada Rabu (13/9/17) kepada awak media di kantornya.

Prestasi siswa ABK SDN 04 khususnya dibidang SOIna (Spesial Olimpid Indonesia)  diantaranya, tahun 2011 seorang atlet lari cepat, sampai ditingkat nasional. Tahun 2016 satu orang atlet bulu tangkis, dua orang atlet sepak bola kelimaan, dan satu orang atlet basket. Juga satu orang atletik yang sampai ditingkat Propinsi Riau pada tahun 2017 ini, kata Wiji.

Wiji menambahkan, tidak adanya fasilitas seperti boche, juga ruangan khusus bagi ABK dan lain sebagainya, menjadi kendala dalam pendidikan inklusif itu, keluh Elfidawati. Apa lagi tenaga guru khusus pendidikan inklusif yang disediakan oleh Dinas Pendidikan Propinsi, berkujung hanya sekali dua minggu di sekolah itu, keluhnya.

Maka itu Elfidawati dan Wiji berharap, supaya pemerintah memberi perhatian dalam meningkatkan pendidikan inklusif di SDN 04 Bukit Agung. Supaya ada alokasi bantuan dana blok gran untuk menambah nutrisi bagi siswa ABK. Soalnya ABK itu sudah jelas mengalami slow leaner akibat kekurangan nutrisi, jelasnya.

Satu hal yang perlu diketahui, bahwa telah banyak anak yang belum mengenyam pendidikan dijemput langsung oleh Elfidawati untuk disekolahkan di SDN 04 itu. “Mereka tidak sekolah dikarenakan berbagai faktor, terutama orang tua mereka tidak mampu. Juga ada yang akibat orang tuanya pisah, orang tuanya meninggal dan lain sebagainya. Anak-anak itu kita jemput, langsung kita disekolahkan,”. (Sona)

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>