Published On: Sen, Feb 20th, 2017

Reog Ponorogo, Kebudayaan Dan Kesenian Asli Indonesia

Share This
Tags

Suarakedaulatan.com,BENGKALIS-Sebuah Kabupaten yang memiliki bermacam-macam

Persembahan Kesenian Budaya Reog Ponorogo Desa tanjung Belit Kecamatan Siak Kecil Kabupaten Bengkalis

Persembahan Kesenian Budaya Reog Ponorogo Desa tanjung Belit Kecamatan Siak Kecil Kabupaten Bengkalis

bahasa,Suku,Adat Istiadat,dan Budayanya,dengan segala upaya Pemerintah Kabupaten melalui Dinas terkait saat ini sedang menggalakkan dan giat-giatnya melestarikan budaya tradisional  asli Indonesia yang telah diwariskan nenek moyang dari zaman kezaman.

Maka dari itu Kabupaten yang memiliki julukan Negeri Junjungan ini ,Sesuai dengan julukan itu sendiri pemerintah kabupaten Bengkalis terus dan terus ingin menjunjung tinggi nilai seni dan kebudayaan yang dimiliki Indonesia,kabupaten Kepulauan yang memiliki berbagai macam suku yang dibagi menjadi berbagai Paguyuban.

Kesenian tradisional seperti Reog Ponorogo saat ini selalu ditampilkan oleh Paguyuban Jawa disetiap Event baik itu yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten ataupun kegiatan yang dilaksanakan oleh desa-desa yang ada dikabupaten Bengkalis.

Baca Juga :

Kentalnya kesenian dan budaya yang dimiliki Negeri Junjungan ini terlihat dari hadirnya kesenian Reog Ponorogo yang turut memeriahkan pesta rakyat yang bernuansa islami yakni pawai ta’aruf perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an Ke.XXVII tingkat Desa Tanjung Belit Kecamatan Siak Kecil Kabupaten Bengkalis beberapa waktu lalu.

Namun dibalik semangat yang dimiliki para penggiat kesenian budaya reog tersebut,tersirat sedikit harapan dan asa,adanya sedikit perhatian khusus dari pemerintah setempat dan instansi terkait untuk para penggiat kesenian budaya asli indonesia ini.

Mungkin dengan peralatan yang memadai akan lebih membakar semangat kami para penggiat kesenian baik Reog Ponorogo dan kesenian – kesenian asli indonesia yang lainnya.seperti kita ketahui bersama bulu merak yang semakin sulit didapatkan jikapun ada dan bisa didatangkan jawa harganyapun terbilang cukup fantastis untuk sehelai ekor merak,sementara untuk membuat satu buah Singa Barong dibutuhkan ribuan helai bulu ekor burung merak. ungkap salah seorang pengurus kesenian Reog Ponorogo Desa tanjung Belit Kecamatan Siak Kecil kepada Suarakedaulatan.com.

Reog ponorogo merupakan salah satu seni tarian yang sampai saat ini masih terus di lestarikan. Reog ini merupakan kebudayaan dan kesenian asli Indonesia. Memang budaya dan seni ini sering dikaitkan dengan hal-hal yang berbau mistis.

Ada banyak cerita tentang Sejarah Reog yang salah satu versinya menceritakan tentang perjalanan seorang prabu Kelana Sewandanan yang sedang mencari gadis pujaannya. Sang Prabu dalam perjalannya didampingi prajurit berkuda dan patihnya yang setia menemani bernama Pujangganong. Akhirnya sang Prabu menemukan pujaan hatinya, dan ia jatuh cinta kepada seorang putri Kediri yang bernama Dewi Sanggalangit.

Namun ternyata Dewi Sanggalangit ini mau menerima Prabu dengan mengajukan satu syarat kepadanya. Tak lain ternyata syarat itu adalah Sang Prabu harus menciptakan sebuah kesenian baru. Singkat cerita, kesenian yang menjadi syarat itu dengan nama Reog yang didalamnya dimasukan unsur mistis dan kekuatan spiritual.

Sampai Saat ini masyarakat yang berdarah Ponorogo terus mengikuti dan menjaga warisan leluhur ini dengan sangat baik. Dalam perjalanannya Seni reog adalah cipta kreasi manusia yang terbentuk dari adanya aliran kepercayaan secara turun temurun dan masih terjaga keasliannya. Dalam pelaksanannya, upacara sebelum melakukan Reog Ponorogo ini menggunakan syarat-syarat yang tidak mudah dilakukan bagi orang awam. orang yang melakukan kesenaian inipun harus memiliki garis keturunan parental yang jelas dan hukum adat yang masih berlaku.

Seni Reog Ponorogo terdiri dari beberapa rentetan dua hingga tiga tarian pembukaan. Sekitar enam sampai sembilan pria gagah berani yang memakai pakaian serba hitam dan mukanya dipoles warna merah membawakan tarian pertamanya. Digambarkan para penari ini merupakan sosok singa yang pemberani. kemudian datang enam hingga sembilan gadis menaiki kuda melanjutkan tarian Reog itu. Pada Reog tradisional, biasanya para penari ini diperankan oleh penari lak-laki yang berpakaian seperti wanita,dan ada juga yang diperankan oleh penari wanita Sebagai tarian pembuka, biasanya ada beberapa anak kecil yang membawakan tarian dengan adegan yang sangat lucu. Nah, tarian yang dibawakan oleh anak-anak ini dikenal dengan sebuatan Bujang ganong.

Saat tarian pembuka sudah selesai, selanjutnya dipentaskanlah adegan inti yang isinya adalah sesuai dengan kondisi dimana seni reog itu ditampilkan pada acara apa. Misalkan jika berhungangan dengan pernikahan, maka biasanya di adegan intu itu mereka menampilkan tarian adegan percintaan. Atau misal berhubungan dengan khitanan, maka bisanya bercerita tentang seorang pendekar.

Adegan dalam seni ini biasanya tidak sesuai dengan skenario yang telah dibuat. Untuk memeriahkan acara, selalu ada interkasi antara dalang dengan para pemain, atau kadang-kadang juga dengan penonton yang hadir.

Apabila seroang pemain yang sedang tampil kelelahan, biasanya dia digantikan oleh pemain yang lain. Namun dari itu semua, hal yang terpenting juga adalah kepuasan yang bisa dirasakan oleh penonton itu sendiri. Pada adegan terakhir dari pementasan seni ini adalah Singa Barong. Para pemain menggunakan topeng yang berbentuk kepala singa dengan mahkota yang terbuat dari bulu merak dengan berat topeng itu bisa mencapai 20 hingga 60 kg.

Topeng itu mereka bawa dengan menggunakan giginya. kemampuan yang diluar nalar itu mereka dapat dengan latihan yang berat, yang didalamnya juga terdapat latihan spiritual seperti berpuasa dan tapa.(Eef)

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>