Published On: Kam, Sep 14th, 2017

Sekda: Tak Boleh Ada Pemotongan Dana Kecuali Kesepakatan

Share This
Tags

Pelalawan-suarakedaulatan.com,
Drs.H.T.MukhlisMenanggapi dugaan  pemotongan dana kegiatan yang dilakukan oleh kepala Puskesmas Teluk Meranti, Sekdakab Pelalawan H.T. Muklis M.Si, menegaskan, bahwa tidak boleh ada pemotongan dana, terkecuali jika kesepakatan bersama.

Kalau sudah dimusyawarahkan, berarti ada kesepakatan bersama, dan itu sah-sah saja.Apa lagi jika kegunaan dana itu untuk orang sakit atau yang meninggal dunia, ucapnya kepada media ini Kamis (14/9/17) saat ditemui diruang kerjanya.

Konfirmasi hal itu kepada saya terlalu jauh. Soalnya tidak ada kaitannya dengan Pemerintah Daerah, karena Puskesmas BLUD (Badan Layanan Umum Daerah), dia berhak mengelola keuangannya sendiri. Kepala Puskesmas itu bukan kepala UPTD tapi dokter, hanya punya tugas tambahan. Sehingga pengawasannya, Dinas Kesehatan langsung. Maka itu Muklis sarankan untuk menyampaikan hal itu langsung kepada kepala Dinas Kesehatan Pelalawan.

Apa bila ada laporan resmi kepada saya kalau itu benar, saya proses dan disanksi, asalkan bukan fitnah. Tapi kalau fitnah, sumbernya bisa dilaporkan. Bahkan jika benar, sumbernya sama-sama kita lindungi. Dan saya menyuarakan silakan laporkan ke Saber Pungli, tegasnya lagi.

Sebagaimana sumber media ini, Kepala Puskesmas  Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau, dr Aulia lakukan pemotongan dana kegiatan BOK (bantuan operasional kesehatan) kepada pegawainya. Ironisnya, dengan gamblang Aulia memutuskan dalam musyawarah melakukan pemotongan dana BOK 40% dari pegawainya. Dana 40% itu dipotong untuk 10% jatah kepala Puskesmas sendiri, 10% untuk jatah bendahara, 20% disetorkan ke dinas kesehatan.

Selain Kapus (kepala Puskesmas) melakukan pemotongan dana pada kegiatan BOK, bendahara Puskesmas Syahroni juga melakukan pemotongan dana kesejahteraan pegawai sebesar Rp 20 ribu sebulan. Namun sejak pasca mencuat di media, dana Kesra pegawai tidak dipotong lagi.

Kemudian, kegiatan Puskesmas keliling (Pusling) yang harusnya dilakukan sekali sebulan di desa-desa, dalam setahun dilakukan paling dua kali. Karena dalam pelaporan kegiatan harus diketahui oleh kepala desa tempat pelaksana kegiatan, pihak Puskesmas membut cap sendiri untuk memalsukan stempel para Kades.

Kapus Teluk Meranti Aulia dan Syahroni yang dikonfirmasi hal itu beberapa waktu lalu di Kualo kota Pangkalan Kerinci, membantah hal tersebut. Aulia

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>