Published On: Sen, Okt 30th, 2017

Wabup Natuna Hadiri Puncak Bulan Bahasa dan Sastra Tahun 2017

Share This
Tags

Natuna, SuaraKedaulatan.com — Wakil Bupati Natuna Dra. Hj. Yuni Suprapti IMG-20171030-WA0001menghadiri acara Puncak Bulan Bahasa dan Sastra 2017 Serta Pencanangan Gerakan Literasi Nasional (GDN). Acara yang bertepatan pada perayaan hari Sumpah Pemuda ini diselenggarakan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.  Kegiatan yang dihari berbagai kalangan tersebut dimulai pukul 09:00 Wib di Plaza Insan Berpestasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Senayan Jakarta, Sabtu (28-10-2017).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Muhadjir Effendy M.A.P dalam kesempatan itu mengungkapkan, sastra sebagai wujud dimensi keindahan bahasa perlu kita dorong agar mampu merajut kebhinekaan nilai-nilai kearifan dari berbagai daerah dalam bingkai keindonesiaan untuk memperkukuh tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Mendikbud juga menuturkan bahwa Sumpah Pemuda yang diikrarkan pada tanggal 28 Oktober 1928 telah menempat-kan bahasa Indonesia sebagai pilar utama perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia. Sebagai pilar perjuangan, bahasa Indonesia telah terbukti mampu mempersatukan berbagai suku bangsa yang berbeda-beda latar belakang sosial, budaya, agama, dan bahasa daerahnya menjadi satu kesatuan bangsa Indonesia.

“Berkenaan dengan itu, momentum Bulan Bahasa dan peringatan hari Sumpah Pemuda ini dapat kita jadikan sebagai titik tolak bagi generasi penerus untuk memupuk jati diri keindonesiaan. Di tengah arus kehidupan global saat ini kekayaan budaya bangsa, keragaman bahasa, dan nilai-nilai kearifan yang terungkap dalam sastra harus dapat menjadi modal untuk memperkuat jati diri dan karakter bangsa Indonesia,” ucap Mendikbud dalam Sambutannya.

Melalui bahasa dan sastra, ujar Mendikbud, kita bangun bangsa Indonesia yang cerdas dan memiliki karakter yang kuat sehingga dapat bersanding dan bersaing dengan bangsa-bangsa lain tanpa harus kehilangan jati dirinya sebagai suatu bangsa.

“Derasnya arus kehidupan global dan pengaruhnya yang sedemikian dahsyat saat ini juga menuntut segenap komponen bangsa untuk membekali diri dengan kecerdasan berliterasi dalam berbagai aspek. Aspek yang dimaksud tidak sekadar kemampuan baca-tulis, tetapi juga harus cerdas dalam berliterasi dalam bidang teknologi informasi, hukum, politik, ekonomi, dan budaya, termasuk  dalam berkomunikasi melalui media sosial. Dengan kecerdasan seperti itu kita diharapkan tidak hanya  bertahan, tetapi juga mampu berperan dan bersaing dalam kehidupan global,”. Ucapnya.

Kegiatan Bulan Bahasa dan Sastra yang diselenggarakan setiap tahun merupakan salah satu upaya Badan Bahasa untuk membina dan mengembangkan bahasa dan sastra Indonesia. Kegiatan tersebut juga dimaksudkan untuk memelihara semangat dan meningkatkan peran serta masyarakat luas dalam menangani masalah kebahasaan dan kesastraan.

Rangkaian kegiatan Bulan Bahasa dan Sastra 2017 dilaksanakan selama sebulan. Berbagai kegiatan kebahasaan dan kesastraan yang merupakan ajang berkarya atau berekspresi, ajang peningkatan kualitas berbahasa Indonesia, dan ajang perlombaan diadakan mulai awal Oktober hingga Puncak Acara Bulan Bahasa dan Sastra 28 Oktober 2017 hari ini.

Kegiatan yang diadakan selama Bulan Bahasa dan Sastra 2017 ini, antara lain, adalah Penilaian Pengggunaan Bahasa di Media Massa Cetak, Pemilihan Duta Bahasa (Tingkat Nasional), Debat Bahasa Antarmahasiswa, Lomba Wajah Sekolah, Kuis Pelita Bahasa, Krida Karya Duta Bahasa DKI Jakarta, bedah buku, bazar buku, simulasi dan layanan kebahasaan, pameran laboratorium kebahasaan, dan Layanan UKBI (Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia).

Pada acara tersebut Wakil Bupati Natuna Dra. Hj. Ngesti Yuni Suprapti menerima Piagam penghargaan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan  atas kontribusi dalam program sastrawan Berkarya di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T).

Program penghargaan ini diterima oleh karena pemerintah Natuna ikut berkontribusi dalam terciptanya buku yang berjudul “Ikhtiar Menjaga Peradaban Natuna”. Buku ini merupakan karya Jamal Rahman Iroth, sastrawan yang tugas residensial dinatuna dalam program “sastrawan Berkarya di Daerah 3T” naungan  Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Buku Ikhtiar Menjaga Peradaban karya Jamal Iroth ini berlatar belakang tentang Sosial Budaya Natuna.  (Zl)

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>