Published On: Rab, Des 14th, 2016

Waspada Modus Baru Penipuan Melalui Media Sosial

Share This
Tags

Suarakedaulatan.com,BANYAK jalan menuju Roma. Seperti ungkapan tersebut, begitu pula penipuan1modus yang dilakukan pihak-pihak tertentu untuk melakukan penipuan.

Jika beberapa waktu lalu dengan menelpon seseorang dan mengabari bahwa anak atau keluarga pihak yang diteleponnya itu kecelakaan atau terlibat kasus narkoba. Dan, kemudian minta dikirimi sejumlah uang ke rekening tertentu dengan dalih buat perawatan atau penyelesaian kasus tersebut, kini dengan “membajak” akun media sosial (medsos) seseorang.

Melalui medsos “bajakan” yang sudah dikendalikannya, dia berkirim pesan kepada orang tertentu yang selama ini menjadi teman pemilik medsos yang asli. Misalnya melalui layanan messenger.

Pesan tersebut tentu memuat ucapan standar seakan-akan yang mengirimnya pemilik yang medsos asli. Misalnya, apa kabar, dimana sekarang, apa kegiatan, menggangu tidak dan sebagainya.

Setelah pesannya berjawab, “pembajak” itu mulai memainkan jurus tipu menipunya. Melalui pesan selanjutnya dia langsung mengatakan ingin meminjam uang untuk keperluan keluarga dan sebagainya dengan janji akan dibayar dalam waktu dekat.

Lalu, dia mengirim sebuah nomor rekening sebuah bank dengan alasannya rekeningnya diblokir atau itu rekening keluarganya yang membutuhkan uang tersebut.

Cara yang demikian pula yang coba dilakukan “pembajak” akun Facebook Defitri Akbar, Ketua Komisi Pemilihan Umum Bengkalis kepada Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Bengkalis, Johansyah Syafri, Rabu (14/12/2016).

“Maaf ya, Bang. Ada simpan saldo di dalam ATM? Kalau ada bisa kami pinjam sedikit dulu saldonya, Bang! Soalnyo buat Transfer ke rekening family, Bang. Malam nanti jam 7 sudah Kami kembalikan, Bang. Karena ATM kami sedang Limit, Bang!” begitu pesan yang diterima Johan dari “pembajak” akun Defitri Akbar, sekitar pukul 09.45 WIB tadi.

Saat mengirim pesan akun tersebut, sang “pembajak” tengah berada di Jakarta. Tidak di Bengkalis, makanya dia mau pinjam uang ke Johan.

Mengetahui itu upaya penipuan, Johan menghubungi Defitri Akbar yang asli melalui telepon genggamnya.

“Saya ada di Bengkalis, Bang. Di kantor. Akun Facebook saya kena hacker,” ujar Defitri Akbar asli sebagaimana dikutip Johan.

Melalui kejadian itu, Johan ingin mengingatkan seluruh masyarakat di daerah ini untuk waspada. Apalagi dalam beberapa waktu belakangan ini upaya untuk melakukan penipuan dengan cara demikian banyak terjadi.

Sebab, katanya, selain akun Facebook Dedek, begitu Defitri Akbar akrab disapa, sejumlah akun “orang penting” di daerah ini juga banyak yang “dibajak” untuk tujuan serupa.

Misalnya, imbuh Johan, akun anggota DPRD Bengkalis dari Partai Keadilan Sejahtera, H Azmi Rozali, dan akun istri Bupati Bengkalis, Kasmarni Amril.

Salah satu ciri penipuan yang dilakukan dengan cara seperti ini, kata Johan, yang dikirimkannya nomor rekening bank milik orang lain. Bukan atas nama pemilik akun. Kemudian, kalau diminta nomor telepon selulernya, dia tak mau memberikannya.

“Agar tak tertipu, lebih-lebih jika kenal betol dengan pemilik akun yang “dibajak” tersebut, upayakan agar segera menghubunginya. Kalau tak mau tertipu dan menyesal, apapun alasannya, jangan sekali-sekali percaya apalagi sampai langsung menstranfer sejumlah uang kalau menerima pesan seperti yang kami terima,” pungkas Johan.(***)

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>